Pembangunan Politik Hukum Pasca Reformasi Di Indonesia

Azis Budianto

Abstract


Pengertian era reformasi dalam khazanah politik Indonesia merujuk pada masa pasca berhentinya
Jenderal (Purn.) Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 2l Mei 1998. Sejak itu,
berbagai tuntutan pun disuarakan oleh elemen masyarakat untuk memperbaiki kondisi dan struktur
ketatanegaraan, antara lain: Amandemen UUD 1945; penghapusan Dwifungsi ABRI; penegakan
supremasi hukum, penghormatan hak asasi manusia (HAM), dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan
nepotisme (KKN); desentralisasi dan hubungan yang adil antara Pusat dan Daerah (otonomi daerah);
mewujudkan kebebasan pers; dan mewujudkan kehidupan demokrasi. Dari sudut pandang sistem
hukum (legal system) yang berkembang selama ini hingga era reformasi, secara struktural,
substansional maupun budaya hukum, teori ini akan sangat mudah melakukan evaluasi keberadaan
konsep maupun penerapan hukum yang seharusnya. Untuk menganalisis politik pembangunan
hukum nasional dalam era pasca reformasi, salah satu rujukannya adalah pada naskah RPJMN.
Namun demikian sebelum meninjau politik pembangunan hukum nasional dalam era pasca
reformasi, penting ditinjau lebih dahulu aspek historisnya, yakni politik pembangunan hukum
nasional pada era sebelum masa reformasi dan pada masa reformasi. Unfuk melakukan pembaruan
terhadap substansi (materi) hukum nasional, diperlukan penelitian yang bersifat mendalam, agar
tujuan meniadakan tumpang tindih dan inkonsistensi peraturan dapat dihindari.

kata kunci: Pembangunan Politik Hukum


Abstract:

Definition of the reform era in Indonesia's political reportoire refers to the period after the
cessation of General (ret.) Soeharto as President of the Republic of Indonesia on 21 May 1998.
Since then, various demands was echoed by elements of society to improve the condition and
structure of public administration, inter alia: Amendment of the Constitution 1945; the elimination
of the dual function of the armed forces; upholding the rule of law, respect for human rights
(human rights), and the eradication of corruption, collusion and nepotism (KKN); decentralization
and equitable relationship between the central and regional (local autonomy); embodies the
freedom of the press; and realizing democracy. From the perspective of the legal system (legal
system) that developed during this time to the era of reform, structural, and cultural substansional
law, this theory would be very easy to evaluate the existence of the concept and application of the
law should be. To analyze the political development of national law in the post-reform era, one
reference is RPJMN manuscript. However, before reviewing the political development of national
law in the post-reform era, are reviewed first important historical aspects, namely the political
development of national law in the era before the reformasi and the reform period. To perform the
update on the substance (matter) national laws, which are in-depth research is needed, in order to
negate the purpose regulatory overlap and inconsistencies can be avoided.



Daftar Pustaka

Apeldoorn, L.J. van. Inleiding tot de Studie van Het Nederlands Recht, atau Pengantar Ilmu
Hukum, terj. Oetarid Sadino. Jakarta: Pradnya Paramita, 1981.
Arinanto, Satya. Hak Asasi Manusia dalam Transisi Politik di Indonesia. Jakarta: Pusat Studi
Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.
Asshiddiqie, Jimly. Agenda Pembangunan Hukum Nasional di Abad Globalisasi, Jakarta. Balai
Pustaka, 1998.
Berman, Harold J. Law and Revolution: The Formation of the Western Legal Tradition. Cambridge:
Harvard University Press, 1983.
Claude, Richard Pierre dan Burns H: Weston, eds. Human Rights in the World Community.
Phila delphia: University of Pennsylvania Press, 1992.
Coper, Michael and George Williams, eds. The Cauldron of Constitutional Change. Canberre:
Centre for International and Public Law Faculty of Law Australian National University, 1997.
Dallmayr, Fred R. Achieving Our World: Toward a Global and Plural Democracy. Lanham:
Rowman dan Littlefield Publishers, Inc., 2001.
Dallmayr, Fred dan Jose M. Rosales, eds. Beyond Nationalism?: Sovereignty and Citizenship.
Lanham: Lexington Books, 2001.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam
Proses Demokratisasi: Laporan Pelaksanaan Fungsi, Tugas, dan Wewenang DPR RI
pada Sidang Tahunan MPR RI, Tahun Pertama 1999-2000. Jakarta: Agustus 2000
_, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam
Proses Demokratisasi: Laporan Pelaksanaan Fungsi, Tugas, dan Wewenang DPR RI
pada Sidang Tahunan MPR RI, Tahun Kedua 2000-2001. Jakarta: November 2001.
Emmerson, Donald K., ed. Indonesia Beyond Soeharto: Negara, Ekonomi, Masyarakat, Transisi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka TJtama bekerja sama dengan The Asia Foundation, 2001.
Farnsworth, E. Allan. An Introduction to the Legal System of the United States. Oceana: 1983.
Finer, S.E., Vernon Bogdanor, dan Bernard Rudden. Comparing Constitutions. Oxford: Clarendon
Press, 1995.
Friedman, Lawrence M.A History of American Law. New York: Simon and Schuster, 1973.
_, American Law: An Introduction. New York: W.W. Norton dan Company, 1984.
Friedmann, Wolfgang. Law in a Changing Society. Middlesex: Penguin Books, 1972.
_, Legal Theory. New York: Columbia University Press, 1967.
Fukuyama, Francis. State Building: Governance and World Order in the Twenty-First Century.
London: Profile Books, 2015.
Gaffar, Firoz dan Ifdhal Kasim, eds. Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: Cyberconsult, 2000.
International IDEA (Lembaga International untuk Bantuan Demokrasi dan Pemilu. Penilaian
Demokratisasi di Indonesia. Pengembangan Kapasitas Seri 8. Jakarta: International IDEA, 2000.
Komisi Hukum Nasional (KHN) Republik Indonesia, Kebijakan Reformasi Hukum: Suatu
Rekomendasi (Jakarta: KHN, 2003).
Kritz, Neil J., ed. Transitional Justice: How Emerging Democracies Reckon with Former Regimes,
Volume L General Considerations. Washington, D.C.: United States Institute of Peace
Press, 1995.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Panduan dalam Memasyarakatkan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Latar Belakang,
Proses, dan Hasil Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI, 2003.
Merryman, John Henry. The Civil Law Trandition: An Introduction to the Legal Western Europa and
Latin America. Stanford: Stanford University Press, 1985.
Pickles, John dan Adrian Smith, eds. Theorising Transition: The Political Economy of Post-
Comunist Transformations. London: Routladge, 1998.
Stiglitz, Joseph. Globalizations and Its Discontents. London: Penguin Books, 2002.
Teitel, Ruti G. Transitional Justice. Oxford: Oxford University Press. 2000.
Tim Sejarah BPHN. Sejarah Badan Pembinaan Hukum Nasional. Jakarta:: Badan Pembinaan
Hukum Nasional Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, 2005.
Radhie, Teuku Mohammad. "Pembaruan Hukum di Indonesia," dalam Guru Pinandita: Sumbangsih
untuk Prof. Djokosoetono, SH. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, 2006.
Schmitter, Philippe C. "Recent Developments in Academic Study of Democratization: Lesson
for Indonesia from 'Transitology' and 'Consolidology'."Paper Presented on the Inauguration
and Colloquium of the Habibie Center in Jakarta, 22-24 May, 2000.
Basic Law for the Federal Republic of Germany. Promulgated by the Parliamentary Council on 23
May 1949. Bonn: Press and Information Office of the Federal Government, 1995.
Departemen Penerangan Republik Indonesia. Ketetapan-ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia Tahun 1973. Jakarta: Pradnya Paramita, 1978.
Ketetapan-ketetapan MPR RI 1993 Beserta Susunan Kabinet Pembangunan VI. Semarang: Aneka
Ilmu, 1993.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ketetapan-ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia Tahun 1998. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI, 1998.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Ketetapan-ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia Hasil Sidang Umum MPR RI Tahun 1999. Jakarta: Sekretariat
Jenderal MPR RI, 1999.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Putusan Sidang Istimewa MPR RI Tahun
2001. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI, 2001.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Himpunan Ketetapan MPRS dan MPR Tahun
1960 sampai dengan 2002. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI, 2002.
Republik Indonesia. Undang-Undang tentang Perbendaharaan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004,
LN Nomor 5 Tahun 2004, TLN Nomor 4355.

Keywords


Political Development Law

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

LEX LIBRUM : Jurnal Ilmu Hukum