Akar Masalah Konflik Keagamaan di Indonesia

Marsudi Utoyo

Abstract


Indonesia dikenal sebagai suatu sosok masyarakat yang pluralistik yang memiliki banyak kemajemukkan dan
keberagaman dalam hal agama, tradisi, keseneian, kebudayaan, cara hidup dan pandangan nilai yang dianut
oleh kelompok-kelompok etnis dalam masyarakat Indonesia. pada suatu sisi pluralistik dalam bangsa Indonesia
bisa menjadi positif dan konstruktif tetapi di sisi lain juga bisa menjadi sebuah kekeuatan yang negative dan
destruktif yang dapat berakibat pada disintegrasi bangsa. kenyataannya sejarah masyarakat adalah multi-complex
yang mengandung religious pluralism. Hal ini adalah realitas, karena itu mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri,
dengan mengakui adanya religious pluralism dalam masyarakat Indonesia, yang mengutamakan toleransi dalam
berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

kata kunci: Pluralisme, Agama, Toleransi.


Abstract:

Indonesia is Known as figure of pluaristic society that has a lot of diversity and diversity in
terms of religion, tradition, art, culture, way of life and view of the values shared by ethnic groups
in Indonesian society. On one side in the pluralistic Indonesian nation can be positive and
constructive, but on the other hand could also be a negative and destructive force that can lead to
national disintegration. In fact the history of society is a multi-complex containing religious
pluralism. This is the reality, because it inevitably we have to adjust, to recognize the religious
pluralism in Indonesian society, that promotes tolerance in various dimensions of national life.



Daftar Pustaka

Buku-Buku
A. Mukti Ali, Ilmu Perbandingan Agama, Dialog, Dakwah dan Misi, INIS, Jakarta, 1992.
Balai Pustaka, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2005.
Dadang Kahmad, Sosiologi Agama, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006.
Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala
Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya, Kencana Prenada Media
Group, Jakarta, 2011.
Faisal Ismail, Islam Idealitas Ilahiyah dan Realitas Insaniyah, Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta,
1999.
Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama-agama, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1987.
Hamdan Daulay, Dakwah di Tengah Persoalan Budaya dan Politik, Lesti, Yogyakarta, 2001.
Irving M. Zeitlin, Memahami Kembali Sosiologi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1998.
J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Kencana Prenada
Media Group, Jakarta, 2005.
Muhammad Imarah, Islam dan Pluralitas (Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan),
Gema Insani, Jakarta, 1999.
Robert Lawang, Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi, Universitas Terbuka, Jakarta, 1994.
Soerjono Soekanto, kamus Sosiologi, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993.
Internet:
http://suaramerdekawacana.com, diakses pada tanggal 15 Agustus 2016
Membedah Akar Masalah Konflik "SARA" di Tanjung Balai Sumatera Utara, http://www.Kom-
pasiana.com/musniumar/membedah-akar-masalah-konflik-sara-di tanjung-balai-sumatera-utara_
579e716ed47a61b11ffef310.

Keywords


Pluralism, Religion, Tolerance

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SUMPAH PEMUDA PALEMBANG